Monday, 16 September 2013

Home

Setelah pembukaan kantor pemasaran di Jakarta, TMLI juga akan membuka kantor pemasaran di Bali dan Medan, pada Agustus ini, dilanjutkan dengan Surabaya, Bandung, Tasikmalaya, Batam, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Pontianak, Balikpapan, Tanggerang dan Makassar sampai dengan akhir 2013.
 
Salah satu komitmen kehadiran TMLI di berbagai kota besar di Indonesia adalah untuk memberikan pelayanan serta solusi terbaik bagi nasabah melalui 8 (delapan) kunci sukses kebutuhan finansial, meliputi  

Education funding
Wealth accumulation
Wealth enhancement
Living with impaired health
Income replacement
Retirement funding
legacy planning
Business continuation 
Investment maximum Plus ( New launching 19 sept 2013 )

PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) akan memperkokoh eksistensinya di industri asuransi jiwa nasional dengan  Target premi asuransi yang ditetapkan dari kantor pemasaran TMLI pertama ini adalah sebesar Rp 12 miliar dengan target agen sebanyak 1.200 yang diharapkan dapat mencapai dalam waktu 2 tahun. Sejak hadir di Indonesia pada bulan Februari 2013 TMLI telah berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan premi sebesar 195% pada semester I 2013 ini dibandingkan dengan semester I di tahun2012.

PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia akan mengakuisisi tiga perusahaan di bawah bank untuk memperluas penetrasi asuransi yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia.

"Kami dalam tahap negosiasi sejak beberapa bulan yang lalu," kata Kepala Marketing TMLI Soebagio saat pembukaan kantor pemasaran di Jakarta, Senin (19/8/2013).

Soebagjo menyebutkan akuisisi tersebut meliputi perusahaan di bawah bank ataupun institusi keuangan untuk memfasilitasi nasabah yang ingin berasuransi.

"Bank kan sudah ada nasabahnya, jadi kami mudah untuk menawarkan produk-produk asuransi kepada mereka," katanya.

Menurut dia, penetrasi asuransi di Indonesia masih di bawah lima persen atau masih sekitar 11 juta pemegang polis di antara 200 juta penduduk.

"Enggak sampai lima persen, berbeda dengan negara-negara Asia lainnya, seperti Singapura, Korea dan Jepang yang 90 persen masyarakatnya paling tidak memegang satu asuransi individu," katanya.

Dia menyebutkan saat ini, TMLI memiliki sembilan produk, yang meliputi asuransi tradisional, unit-link maupun syariah.
"Untuk saat ini yang paling banyak masih trandisional karena risikonya lebih kecil. Tapi, tergantung nasabah kalau dia mau dengan keutungan besar tapi berisiko tinggi, pilihlah unit link," katanya.

Dia juga menargetkan 20 produk asuransi hingga akhir 2013.
Soebagio menyebutkan total investasi capital expenditures hingga akhir 2013 yakni Rp300 miliar.

Sementara itu, dia menyebutkan target premi hingga akhir 2013 sebesar Rp92,8 miliar yang terus meningkat dari yang awalnya Rp15 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp43 miliar dan target akhir menjadi Rp92,8 miliar.

Menurut dia, terdapat revisi dalam penetapan target tersebut yang semula cenderung konservatif hingga pihaknya percaya diri dalam menargetkan di angka lebih dari dua kali lipat tersebut.

Dia menyebutkan TMLI mencatat pendapatan premi pada Semester I 2013 sebesar Rp23,6 miliar dengan 611 pemegang polis atau meningkat 195 persen dibandingkan dengan periode sama 2012 (year on year).

Sementara itu, Soebagio mengatakan target premi dari pembukaan kantor pemasaran di Jakarta sebesar Rp12 miliar hingga akhir 2013 dengan target 1.200 agen dalam dua tahun.

Dia mengatakan akan merekrut sekitar 2.200 agen dan "leaders" yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan tenaga pemasaran TMLI dari kalangan pengusaha, ibu rumah tangga dan insitusi keuangan lainnya. 


Sumber : dari berbagai media di indonesia