Monday, 19 December 2011

Agen asuransi jiwa sahabat keluarga ?

Beberapa contoh dialog antara seorang agen –asuransi dengan calon nasabahnya dalam beberapa kesempatan 
Agen asuransi : Selamat siang Pak, saya dari Jasa keuangan PT. XYZ ingin meminta waktu bapak untuk memperkenalkan program baru dari perusahaan kami
Nasabah           : Wah saya sudah punya banyak asuransi
Agen asuransi : Program kami berbeda dari yang lain, kami hanya perlu waktu 15 menit untuk menjelaskanya.
 Nasabah           : Rasanya saya tidak perlu lagi, saya sudah punya  polis, semua sudah lengkap.
Agen Asuransi  : Kalau boleh tahu, polis apa saja yang sudah Bapak punya?
Nasabah       : Itu semua istri saya yang mengurus, saya lupa lagi, tapi saya sudah punya asuransi dari asuransi x, asuransi y, asuransi xxl dan satu asuransi lagi, saya lupa namanya. 
(karena mendengar Bapak tersebut sudah tidak mau memperpanjang lagi pembicaraan, maka agen tersebut memberhentikan pembicaraannya dengan penutupan sebagai berikut )
Agen asuransi : baiklah kalau begitu, kapan-kapan saya akan menghubungi bapak lagi, bapak tentu tidak keberatan. Terima kasih Pak, sudah mau menerima telpon saya.
Percakapan tersebut sering sekali kita dengar. Nasabah yang tidak mau lagi mendengar tentang asuransi , atau sudah menutup diri untuk informasi asuransi. 
Ketika terjadi suatu musibah, katakanlah Bapak tersebut terkena musibah yaitu terkena penyakit jantung dan gagal ginjal. Mendengar dari seorang temannya bahwa perusahaan asuransi dapat memberikan uang santunan untuk nasabahnya, maka dia menghubungi agennya, tetapi betapa kecewanya beliau karena, polisnya tidak menggunakan proteksi penyakit kritis.

Agennya berkata bahwa, ketika ditawarkan untuk proteksi penyakit kritis bapak tersebut tidak mau, karena ingin hasil investasinya bagus untuk suatu produk Investasinya saja. 
Ketika terjadi musibah berikutnya yaitu bapak tersebut meninggal dunia, keluarganya menerima sejumlah uang yang cukup besar, dan istrinya berterima kasih karena telah mendapatkan santunan untuk melanjutkan kehidupan keluarganya. 

 
Masalah berikutnya timbul karena sang istri bingung, uang santunan yang diterimanya hanya cukup untuk menghidupi keluarganya selama beberapa tahun.
Mengapa hal ini terjadi ?
  1. Tujuan asuransi yang kurang jelas   
  2. Tidak mengetahui kebutuhan asuransi nasabah dengan tepat atau tidak mengetahui berapa Uang Pertanggungan yang diperlukan.
  3. Kemungkinan produk yang diberikan kurang tepat atau masih kurang benefit
  4. Tidak melakukan evaluasi polis

Membuat perencanaan keuangan adalah aktifitas yang sangat biasa dilakukan sebuah keluarga. Seperti perencanaan belanja bulanan perencanaan dana pendidikan dan pensiun. Secara Umum, tujuan perencanaan keuangan agar sebuah keluarga tidak kesulitan secara finansial dalam memenuhi kebutuhan dan cita-cita keluarga.

Walaupun rencana sudah dibuat dengan sangat matang, tetapi ada kejadian tidak pasti yang dapat menghambat. Kejadian tidak pasti ini biasa disebut resiko. Misalnya, ada keluarga yang harus di rawat di Rumah sakit karena demam berdarah, si pencari nafkah terkena sakit jantung, mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan cacat atau wafat.

Seorang agen asuransi berperan membantu  nasabah mengidentifikasi jenis pelimpahan resiko yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah. Diperlukan komunikasi dua arah yang terbuka dengan nasabah agar dapat mengetahui rencana dari nasabah. Jangan sampai terjadi under insured , misalnya nasabah dengan penghasilan satu tahun seratus juta mempunyai uang pertanggungan seratus lima puluh juta.

Dengan komunikasi maka agen dapat mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan nasabah seperti :

1. Tujuan keluarga berasuransi dan resiko-resiko apa saja yang harus dipindahkan
2. Kebutuhan keluarga, termasuk jumlah uang pertanggungan yang diperlukan
3. Kemampuan keluarga untuk membayar premi dan jangka waktu membayar
4. Profile resiko investasi, terutama bila keluarga memilih produk asuransi plus investasi

POINYA PASTIKAN PERLINDUNGAN BERLAPIS

Salah satu contoh dalam perencanaan dana pensiun : calon nasabah berusia 25 tahun dan merencanakan pensiunnya diusia 55 tahun. Mengharapkan biaya setahun ketika pensiun sebesar 60 juta, diperkirakan akan digunakan selama 25 tahun setelah pensiun. 


Dana yang diperlukan ketika nasabah itu berusia 55 tahun adalah sebesar 10.4 Milyar dan uang pertanggungan sebesar 112 juta. Agen asuransi akan merancang program Asuransi untuk memberikan perlindungan terhadap nilai ekonomi selama masa earning power (masa produktif) sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Sebagai layaknya seorang sahabat, agen asuransi professional dapat membantu keluarga yang menginginkan perencanaan dana pendidikan, dana  pensiun dan perencanaan resiko kesehatan melalui Asuransi, dalam bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Dalam lingkup kecil, agen asuransi adalah sahabat yang bertugas membantu nasabah-nasabahnya dalam kelangsungan, kesuksesan perencanaan keuangan dan memastikan masa depan dalam perencanaan keuangan keluarga.Dalam lingkup yang lebih besar dapat dikatakan bahwa agen asuransi berperan sangat penting dalam kemajuan bangsa Indonesia dalam memajukan pendidikan anak bangsa Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia kaya raya disaat pension

Jadi agen asuransi sangatlah di perlukan dimana keadan kita sedang mengalami resiko di setiap tahap kehidupan yang di lalui. Dan di sarankan agen asuransi tidaklah satu orang dimana jika asuransi yang satu tidak dapat membantu karena sesuatu yang darurat maka masih ada agen asuransi yang satunya yang tentu anda bisa menilai mana agen asuransi yang benar benar membantu

No comments:

Post a Comment